Minggu, 13 Juli 2014

Golden Ball Terasa Hambar bagi Messi & Golden Glove Jadi Milik Manuel Neuer

Lionel Messi berhasil menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2014 (Golden Ball). Namun penghargaan itu tak dirasa penting oleh Messi karena dia cuma ingin trofi Piala Dunia.

Messi dianggap punya peran besar dalam mengantar Argentina ke babak final. Bintang Barcelona itu empat kali menyabet predikat man of the match dari tujuh laga yang dimainkannya sepanjang turnamen.

Namun penghargaan itu tak cukup membuat Messi puas. Saat menerima trofi itu, Messi tetap tak bisa menyembunyikan wajah kecewanya.

"Saat ini penghargaan ini tidak penting untuk saya. Saya tidak peduli. Kami ingin memenangi trofi itu dan merayakannya dengan semua orang di Argentina," sahut Messi seperti dikutip AS.

La Albiceleste gagal memenangi Piala Dunia setelah kalah 0-1 dari Jerman di laga final yang digelar di Estadio do Maracana, Senin (14/7/2014) dinihari WIB. Mario Goetze jadi penentu kemenangan Jerman lewat golnya di masa perpanjangan waktu.

Beberapa kali mengancam gawang Manuel Neuer, Messi menilai Argentina layak mendapat hasil yang lebih baik. Namun dia juga tak menampik bahwa penyelesaian akhir yang buruk yang membuat timnya gagal memetik kemenangan.

"Mereka yang ada di depan tidak menentukan pertandingan dengan baik. Kami punya semua peluang," lanjut Messi.

"Saya hanya ingin mengangkat trofi Piala Dunia dan mengangkatnya untuk Argentina. Kami layak mendapat lebih. Jika kami mencetak gol, itu akan mengubah pertandingan. Mereka menguasai bola dengan baik, tapi situasinya seperti milik kami," katanya.

Sedangkan Manuel Neuer melengkapi titel juara dunia dengan gelar penjaga gawang terbaik. Penampilan impresifnya sepanjang turnamen membuatnya diganjar penghargaan Golden Glove (Sarung Tangan Emas).

Neuer menyabet penghargaan Golden Glove mengungguli dua kandidat lainnya, Keylor Navas (Kosta Rika) dan Sergio Romero (Argentina).

Neuer selalu tampil di tujuh pertandingan Jerman di Piala Dunia kali ini. Selama 600 menit tampil untuk Die Mannschaft di Brasil, kiper Bayern Munich itu kerap melakukan penyelamatan-penyelamatan penting. Dia juga tak ragu untuk keluar dari sarangnya untuk menghalau serangan lawan.

Sejak fase grup hingga laga final melawan Argentina di Estadio do Maracana, Senin (14/7/2014) dinihari WIB, Neuer tercatat melakukan 25 kali penyelamatan. Namun di laga final, penjaga gawang berusia 27 tahun itu sama sekali tak melakukan save.

Secara keseluruhan, Neuer mencatat empat clean sheet sejak fase grup. Dia tak kebobolan di laga melawan Portugal, Amerika Serikat, Prancis, dan Argentina di laga final.

Gelar itu melengkapi titel juara dunia yang dibawa pulang oleh Jerman. Di laga final melawan Argentina, Jerman menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Mario Goetze di masa perpanjangan waktu.

Jerman Juara Piala Dunia 2014

Gol Mario Gotze di babak perpanjangan waktu Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014 setelah menaklukkan Jerman dengan skor 1-0 dalam laga final di stadion Maracana. Tim panser yang menjadi pemenang Piala Dunia 2014 merupakan wakil Eropa pertama yang bisa juara di benua Amerika. Gelar juara World Cup 2014 keempat untuk Jerman ini membatalkan ambisi Lionel Messi sang pemain terbaik dunia dekade ini.

Babak pertama dilalui dengan penuh ketegangan. Jerman mengandalkan penguasaan bola untuk mendikte permainan Argentina sejak awal. Namun taktik pelatih Joachim Low ini diantisipasi dengan baik oleh Alejandro Sabella dengan strategi serangan balik. Tim panser memang bisa menekan Argentina, tetapi umpan-umpan silang mereka bisa ditebak sepanjang 45 menit awal.

Justru tim tango yang terlihat berbahaya dengan serangan balikmereka. Gonzalo Higuain setidaknya memiliki tiga peluang emas. Diawali tembakan silangnya yang melebar di awal laga, peluang emas yang jauh dari gawang Manuel Neuer, dan sebuah gol off side menyambut umpan Ezequiel Lavezzi kala laga berlangsung setengah jam.

Kepanikan Jerman menghadapi serangan kilat Argentina bisa dilihat dari dua kartu kuning yang diterima mereka pada babak pertama, oleh Bastian Schweinsteiger dan Benedikt Howedes. Namun bukan berarti tim panser tidak punya peluang. Ada Andre Schurrle yang memaksa Sergio Romero melakukan penyelamatan penting. Tandukan Howedes menjelang turun minum masih membentur tiang.

Awal babak kedua, Lionel Messi nyaris menyihir Maracana. Ia mendribble bola, membuka peluangnya sendiri. Namun tembakan Si Nomor 10 masih melebar dari gawang lawan. Ketenangan Argentina mulai terganggu dengan dua kartu kuning beruntun yang diterima Javier Mascherano dan Sergio Aguero. Tetapi, Jerman juga belum lagi membahayakan gawang Albiceleste.

Argentina mencoba pergantian dua penyerangnya untuk menyelesaikan laga. Lionel Messi melepaskan dua tarian yang harus dibendung dua-tiga pemain Jerman. Tetapi magis bintang Barcelona itu masih tidak kunjung membahayakan gawang Manuel Neuer.

Menit 81, Toni Kroos memiliki peluang dengan tendangan first time, tapi masih menyamping. Keputusan penting Low memasukkan Mario Gotze menggantikan sang pencetak 16 gol di Piala Dunia, Miroslav Klose. Namun kebuntuan harus berlanjut hingga babak perpanjangan waktu yang menjadi spesialisasi Argentina.

Jerman sempat menyengat dengan dua peluang beruntun di awal babak. Namun Argentina punya kesempatan dari Rodrigo Palacio di menit 98 yang sudah mengelabui Neuer.

Gol yang kering terus berlanjut hingga menit 114. Ketika itu Jerman menemukan formula anti Argentina. Menerima umpan silang Mario Gotze melepaskan tembakan datar yang tak bisa dibendung Sergio Romero. Albiceleste rontok, dan takdir pahit harus dirasakan Lionel Messi, sang pemain terbaik dunia generasi ini.

Gol: Mario Gotze ’114

Jerman (4-2-3-1): Neuer; Lahm, Boateng, Hummels, Howedes; Kramer (Schurrle ’32), Schweinsteiger; Muller, Kroos, Ozil (Mertesacker ’119); Klose (Gotze ’88).

Argentina (4-3-3): Romero; Zabaleta, Demichelis, Garay, Rojo; Biglia, Mascherano, Perez (Gago ’88); Messi, Lavezzi (Aguero ’46), Higuain (Palacio ’78).

Sabtu, 12 Juli 2014

Belanda Juara Tiga Piala Dunia 2014, Permalukan Brazil 0-3

Peringkat ketiga di Piala Dunia 2014 akhirnya jadi milik Belanda. Oranje mendapatkan predikat tersebut setelah menggasak tuan rumah Brasil dengan skor telak 3-0.

Tanda-tanda Belanda akan menang pada laga di Estadio Nacional Mane Garrincha, Brasilia, Minggu (13/7/2014) dinihari WIB, memang sudah terlihat sejak awal. Tim besutan Louis van Gaal itu langsung unggul lewat serangan pertamanya. Penalti Robin van Persie membawa mereka memimpin 1-0.

Keroposnya lini pertahanan Brasil dimanfaatkan Belanda untuk mencetak gol kedua lewat Daley Blind. Skor 2-0 untuk keunggulan Belanda bertahan hingga jeda.

Beberapa saat menjelang berakhirnya pertandingan, Belanda menambah derita tim tuan rumah. Mereka memantapkan kemenangan melalui gol Georginio Wijnaldum.

Hasil ini menjadi hadiah hiburan bagi Belanda yang sebelumnya kalah adu penalti dari Argentina di semifinal. Sebaliknya, kekalahan telak ini makin mempermalukan Brasil setelah sebelumnya mereka dibantai Jerman 1-7 di babak empat besar.

Jalannya Pertandingan
Serangan pertama Belanda menimbulkan kepanikan di lini belakang Brasil. Pada menit kedua, Thiago Silva yang kalah sprint terpaksa menarik kaus Arjen Robben hingga Robben terjatuh. Wasit langsung menunjuk titik putih setelah melihat insiden ini.

Van Persie yang menjadi algojo sukses mengonversi tendangan 12 pas menjadi gol. Eksekusinya ke arah kanan tak bisa dijangkau Julio Cesar.

Belanda mencetak gol keduanya saat laga memasuki menit ke-16. Gol ini berawal dari kegagalan David Luiz dalam mengamankan sebuah umpan silang dari sisi kanan. Bola sundulannya malah mengarah ke Blind. Dengan tenang, Blind mengontrol bola di kotak penalti dan menembaknya ke dalam gawang. Brasil 0, Belanda 2.

Brasil berpeluang memperkecil ketertinggalan lima menit kemudian. Oscar melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi kiper Jasper Cillessen mampu mengantisipasinya.

Upaya Belanda menambah gol pada menit ke-29 tak membuahkan hasil. Sepakan Jonathan de Guzman melambung di atas mistar.

Brasil yang tertinggal dua gol berusaha untuk terus menekan Belanda. Mereka mendapatkan kesempatan pada menit ke-37, tapi Paulinho dan David Luiz tak mampu menjangkau tendangan bebas Oscar.

Pada menit ke-41, giliran Van Persie yang mengancam gawang Brasil. Tembakan kaki kirinya mengarah ke gawang, tapi bisa diamankan oleh Cesar.

Hingga berakhirnya babak pertama, skor tak mengalami perubahan. Belanda masih unggul 2-0 atas Brasil.

Pelatih Brasil Luiz Felipe Scolari berusaha memperkuat lini tengah timnya pada babak kedua. Dia menarik keluar Luiz Gustavo dan Paulinho. Sebagai gantinya, masuklah Fernandinho dan Hernanes.

Kendati mendominasi penguasaan bola, Brasil kesulitan menciptakan peluang. Mereka baru mendapatkan kesempatan pada menit ke-60, namun tembakan diagonal Ramires melenceng.

Berselang tiga menit, David Luiz mencoba mencetak gol lewat tendangan bebas. Akan tetapi, tembakannya ditangkap oleh Cillessen.

Hulk yang masuk menggantikan Ramires juga mendapatkan peluang pada menit ke-72. Namun, tembakan keras kaki kirinya masih melebar.

Memasuki menit ke-86, Belanda nyaris mencetak gol ketiganya. Dirk Kuyt menyambut sepak pojok Robben dengan sundulan, tapi arahnya masih sedikit melebar.

Belanda benar-benar mencetak gol ketiga saat pertandingan memasuki injury time. Umpan silang Daryl Janmaat dari sisi kanan dikonversi Wijnaldum menjadi gol.

Susunan Pemain
Brasil: Julio Cesar; Maicon, Thiago Silva, David Luiz, Maxwell; Paulinho (Hernanes 57'), Luiz Gustavo (Fernandinho 46'); Ramires (Hulk 72'), Oscar, Willian; Jo

Belanda: Cillessen (Vorm 90+3'); De Vrij, Vlaar, Martins Indi; Blind (Janmaat 70'), Wijnaldum, Clasie (Veltman 90'), Kuyt; De Guzman; Van Persie, Robben

Prediksi Brasil vs Belanda (Perebutan Juara 3)

Brasil masuk ke perebutan juara ketiga Piala Dunia 2014 setelah kalah oleh Jerman dengan skor 1-7, dimana gol Brasil dicetak Oscar pada menit ke-90. Sedangkan Jerman dicetak oleh Muller menit ke-11, Klose menit ke-23, Kross menit ke-24 dan ke-26, Khedira menit ke-29, Schurrle menit ke-68 dan menit ke-79.

- Belanda masuk keperebutan juara ketiga Piala Dunia 2014 setelah kalah oleh Argentina dalam babak adu penalti, dimana Belanda kalah 2-4 dari Argentina.

- Dalam tujuh pertemuan kedua tim, Brasil dan Belanda lebih banyak bermain imbang.

- Dalam lima laga terakhirnya, Brasil mencatat tiga kemenangan, satu seri dan tiga kekalahan.

- Dalam lima laga terakhirnya, Belanda mencatat empat kemenangan dan satu seri.

- Terakhir kali Brasil bertemu dengan Belanda pada laga persahabatan 5 Juni 2011, dimana kedua tim bermain imbang 0-0.

- Neymar tidak akan dapat tampil dalam laga ini.

- Sejauh ini Brasil telah mencetak 11 gol dan kebobolan 11 gol di Piala Dunia 2014.

- Sejauh ini Belanda telah mencetak 12 gol dan kebobolan empat gol di Piala Dunia 2014.

- Belanda akan mengandakan Robin van Persie untuk mencetak gol ke gawang Brasil.

- Pertemuan terakhir Brasil dengan Belanda di pertandingan resmi pada Piala Dunia 2010, dimana Belanda berhasil menang 2-1 atas Brasil. Dua gol kemenangan Belanda dicetak oleh W. Sneijder pada menit ke-55 dan ke-68 sedangkan gol Brasil dicetak oleh Robinho pada menit ke-10.

- Thiago Silva sudah dapat kembali bermain untuk tim Brasil setelah terkena hukuman akumulasi kartu.

Head 2 Head :

5 Jun 2011: Brasil 0-0 Belanda (Friendly Match)
2 Jul 2010: Belanda 2-1 Brasil (Piala Dunia)
9 Okt 1999: Belanda 2-2 Brasil (Friendly Match)
8 Jun 1999: Brasil 3-1 Belanda (Friendly Match)
5 Jun 1999: Brasil 2-2 Belanda (Friendly Match)

5 pertandingan terakhir Brasil :
9 Jul 2014: Brasil 1-7 Jerman (Piala Dunia)
5 Jul 2014: Brasil 2-1 Kolombia (Piala Dunia)
28 Jun 2014: Brasil 1-1 Chili (Piala Dunia)
24 Jun 2014: Kamerun 1-4 Brasil (Piala Dunia)
18 Jun 2014: Brasil 0-0 Meksiko (Piala Dunia)

5 pertandingan terakhir Belanda :
10 Jul 2014: Belanda 0-0 Argentina (Piala Dunia)
6 Jul 2014: Belanda 0-0 Kosta Rika (Piala Dunia)
29 Jun 2014: Belanda 2-1 Meksiko (Piala Dunia)
23 Jun 2014: Belanda 2-0 Chili (Piala Dunia)
18 Jun 2014: Australia 2-3 Belanda (Piala Dunia)

Skuad Brasil
Kiper : Julio Cesar (Toronto FC), Jefferson (Botafogo), Victor (Atletico MG).

Bek : Dante (Bayern Munich), David Luiz (Chelsea), Henrique (Napoli), Thiago Silva (PSG) Dani Alves (Barcelona), Maicon (Roma), Marcelo, (Real Madrid), Maxwell (PSG).

Gelandang : Fernandinho (Manchester City), Hernanes (Inter), Luiz Gustavo (Wolfsburg), Oscar (Chelsea), Paulinho (Tottenham Hotspur), Ramires (Chelsea), Willian (Chelsea).

Striker : Bernard (Shakhtar Donetsk), Fred (Fluminense), Hulk (Zenit), Jo (Atletico MG), Neymar (Barcelona).

Skuad Belanda:
Kiper : Jasper Cillessen (Ajax), Tim Krul (Newcastle), Michel Vorm (Swansea)

Bek : Daley Blind (Ajax), Daryl Janmaat (Feyenoord), Terence Kongolo (Feyenoord), Bruno Martins Indi (Feyenoord), Joel Veltman (Ajax), Paul Verhaegh (Augsburg), Ron Vlaar (Aston Villa), Stefan de Vrij (Feyenoord)

Gelandang : Jordy Clasie (Feyenoord), Leroy Fer (Norwich), Jonathan De Guzman (Swansea), Nigel de Jong (AC Milan), Wesley Sneijder (Galatasaray), Georginio Wijnaldum (PSV Eindhoven)

Striker : Memphis Depay (PSV), Klaas-Jan Huntelaar (Schalke 04), Dirk Kuijt (Fenerbahce), Jeremain Lens (Dynamo Kiev), Robin van Persie (Manchester United), Arjen Robben (Bayern Munich).


Prediksi Terlaris
Brasil VS Belanda
Brasil 2-1 Belanda (17 %)
Brasil 1-2 Belanda (16 %)
Brasil 1-3 Belanda

Minggu, 13 Juli 2014, pukul 03.00 WIB, Estadio Nacional de Brasilia, Brasilia

Prediksi Jerman vs Argentina (Final Piala Dunia 2014)

Ini adalah ketiga kalinya secara beruntun, kedua tim bertemu di Piala Dunia. Jerman selalu berhasil mengalahkan Argentina pada dua Piala Dunia terakhir di babak perempat final. Tahun 2010 lalu, Jerman menang telak 4-0 atas Argentina, dan menang adu penalti pada tahun 2006.

- Starting XI kedua tim di perempat final Piala Dunia 2010 :

Argentina : Romero, Burdisso, Heinze, Demichelis, Otamendi (Pastore 70′), Mascherano, Rodriguez, Di Maria (Aguero 76′), Messi, Tevez, Higuain.

Jerman : Neuer, Lahm, Boateng (Jansen 72′), Mertesacker, Friedrich, Khedira (Kroos 78′), Schweinsteiger, Ozil, Podolski, Muller (Trochowski 84′), Klose.

- Starting XI kedua tim di perempat final Piala Dunia 2006 ketika Jerman menang adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit.

Jerman : Lehmann, Lahm, Mertesacker, Friedrich, Metzelder, Ballack, Frings, Schneider (Odonkor 62′), Schweinsteiger (Borowski 74′), Klose (Neuville 86′), Podolski.

Argentina : Abbondanzieri (Franco 71′), Sorin, Heinze, Ayala, Coloccini, Gonzalez, Mascherano, Riquelme (Cambiasso 72′), Rodriguez, Tevez, Crespo (Cruz 79′).

- Kedua tim sempat mengadakan laga persahabatan pada Agustus 2012 lalu di Frankfurt, dimana 10 pemain Jerman kalah 1-3 dari Argentina. Gol-gol Argentina dicetak oleh Lionel Messi, Angel di Maria, dan gol bunuh diri Sami Khedira. Sementara Jerman hanya mampu membalas melalui Benedikt Howedes.

- Starting XI kedua tim pada laga persahabatan Agustus 2012 :

Jerman : Zieler, Boateng, Hummels (Howedes 25′), Badstuber, Schmelzer, Khedira, Bender (Gotze 74′), Ozil (Kroos 69′), Reus, Muller (Ter Stegen 32′), Klose (Schurrle 62′).

Argentina : Romero, Zabaleta (Campagnaro 66′), Garay, Fernandez, Rojo, Mascherano (Brana 80′), Gago, Sosa (Aguero 46′), Di Maria (Guinazu 73′), Messi, Higuain.

- Striker Jerman Miroslav Klose selalu membobol gawang Argentina pada Piala Dunia 2006 dan 2010. Klose mencetak 2 gol saat Jerman membantai Argentina tahun 2010.

- Jerman adalah tim tersubur di Piala Dunia tahun ini dengan 17 gol dari 6 pertandingan, dimana 14 diantaranya datang dari open play. Sementara Argentina hanya mencetak 8 gol dari 6 pertandingan, dimana 7 diantaranya datang dari open play.

- Bintang Argentina Lionel Messi telah mencetak 4 gol di Piala Dunia tahun ini, sementara bintang Jerman Thomas Muller telah mencetak 5 gol. Topskor sementara masih dipegang oleh bintang Kolombia James Rodriguez dengan 6 gol.

- Toni Kroos mencatat assists terbanyak sejauh ini dengan 4 assists, bersama dengan Juan Cuadrado.

- Lini pertahanan kedua tim hampir berimbang. Argentina baru kebobolan 3 gol sejauh ini, sementara Jerman kebobolan 4 gol.

Head 2 Head :
16 Agt 2012 : Jerman 1-3 Argentina (persahabatan)
3 Jul 2010 : Argentina 0-4 Jerman (Piala Dunia)
4 Mar 2010 : Jerman 0-1 Argentina (persahabatan)
30 Jun 2006 : Jerman p1-1 Argentina (Piala Dunia)
22 Jun 2005 : Argentina 2-2 Jerman (Piala Konfederasi)

5 pertandingan terakhir Jerman :
9 Jul 2014 : Brasil 1-7 Jerman (Piala Dunia)
4 Jul 2014 : Prancis 0-1 Jerman (Piala Dunia)
1 Jul 2014 : Jerman e2-1 Aljazair (Piala Dunia)
26 Jun 2014 : Amerika Serikat 0-1 Jerman (Piala Dunia)
22 Jun 2014 : Jerman 2-2 Ghana (Piala Dunia)

5 pertandingan terakhir Argentina :
10 Jul 2014 : Belanda 0-0p Argentina (Piala Dunia)
5 Jul 2014 : Argentina 1-0 Belgia (Piala Dunia)
1 Jul 2014 : Argentina e1-0 Swiss (Piala Dunia)
25 Jun 2014 : Nigeria 2-3 Argentina (Piala Dunia)
21 Jun 2014 : Argentina 1-0 Iran (Piala Dunia)

Prediksi Jerman vs Argentina, Starting XI :

Jerman:
Neuer
Lahm – Boateng – Hummels – Howedes
Khedira – Schweinsteiger
Muller – Kroos – Ozil
Klose

Pelatih : Joachim Low


Argentina:
Romero
Zabaleta – Demichelis – Garay – Rojo
Biglia – Mascherano – Perez
Messi – Higuain – Aguero
Absen : Di Maria (cedera)

Pelatih : Alejandro Sabella

Rabu, 09 Juli 2014

Argentina ke Final Piala Dunia 2014, Kalahkan Belanda 2-4 Lewat Adu Penalti

Argentina melaju ke final setelah mengalahkan Belanda lewat babak adu penalti. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 0-0 selama 120 menit.

Dalam laga yang berlangsung di Arena Corinthians, Kamis (10/7/2014) dinihari WIB, kedua tim bermain dengan tempo cenderung lambat. Baik Belanda dan Argentina sama-sama bermain sabar dan tak terlalu agresif.

Secara statistik, permainan kedua tim relatif berimbang. Belanda sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 53%-47%. Namun Argentina lebih baik dalam mencetak peluang dengan lima tembakan on target sedangkan Belanda cuma tiga.

Sergio Romero pada akhirnya menjadi pahlawan Argentina setelah menggagalkan dua tembakan pemain Belanda di masa adu penalti, masing-masing Ron Vlaar dan Wesley Sneijder. Sementara empat eksekutor awal Argentina sukses menjalankan tugas.

Argentina selanjutnya akan menghadapi Jerman di partai final yang berlangsung di Estadio Maracana, Senin (14/7/2014) dinihari WIB.

Jalannya Pertandingan

Sepuluh menit pertama tempo berjalan lambat. Tak ada peluang yang benar-benar berarti di periode ini. Kedua tim sama-sama belum berhasil mencatatkan upaya ke gawang lawan.

Di menit ke-11, Argentina punya kans lewat tendangan bebas di sisi kiri. Ezequiel Lavezzi mengirim bola ke dalam kotak penalti, namun dibuang oleh barisan belakang Belanda. Bola jatuh di kaki Enzo Perez di luar kotak penalti dan tembakan dilepaskan. Jauh dari sasaran.

Belanda merespons dua menit berselang. Arjen Robben berupaya menusuk di sisi kanan, namun berhasil disapu oleh Javier Mascherano. Bola lantas malah mengarah ke Wesley Sneijder di tak jauh di depan kotak penalti dan disambut tendangan keras. Masih melenceng ke kiri gawang.

Di menit ke-15, Argentina dapat peluang dari tembakan bebas langsung tak jauh di depan kotak penalti, menyusul pelanggaran Ron Vlaar terhadap Perez. Lionel Messi mengambil tendangan tersebut dan mengarahkan bola keras melewati pagar hidup ke pojok kiri gawang. Terbaca dengan baik oleh Jasper Cillessen.

Argentina melanjutkan tekanan dari skema bola mati pada menit ke-24. Dari sepak pojok, Lavezzi mengarahkan bola lambung ke muka gawang Cillessen dan disambut tandukan sambil menjatuhkan diri oleh Ezequiel Garay. Bola melambung di atas mistar.

Belanda kembali mendapatkan ancaman pada menit ke-36. Di sisi kanan, Lavezzi mendapatkan umpan terobosan dari tengah dan menusuk hingga mendekati garis akhir lapangan. Dia kemudian melancarkan umpan silang ke Higuain di tengah yang bersiap melakukan tendangan. Tapi sesaat sebelum bola sampai ke kaki Higuain, Bruno Martins Indi datang menyapu bola.

Empat menit babak kedua berjalan, Belanda mendapatkan tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti. Sneijder bertindak sebagai eksekutor, mencoba mengarahkan bola langsung ke gawang. Masih di atas mistar gawang Sergio Romero.

Argentina merespons di menit ke-59. Pablo Zabaleta melepaskan umpan terobosan ke ruang di sisi kanan dan disambut Lavezzi yang lepas dari jebakan offside. Lavezzi kemudian mengarahkan bola lambung ke Higuain di depan gawang dan bola sukses ditanduk ke arah gawang. Beruntung bagi Belanda Stefan de Vrij menghadang laju bola.

Sepuluh menit berselang, Lavezzi melakukan tusukan di sisi kiri, berlari memotong ke tengah, dan melepaskan tembakan. Gagal menemui sasaran setelah diblok oleh Vlaar.

Di menit ke-75, giliran Higuain mendapatkan peluang bagus. Merangsek lewat sisi kanan, Perez melepaskan umpan silang kepada Higuain yang lepas dari kawalan. Bola disontek, namun tak masuk ke gawang karena hanya tipis di samping kanan.

Belanda kembali mendapatkan tekanan di menit ke-84. Marcos Rojo melakukan percobaan dari luar kotak penalti, bola deras mengarah ke gawang. Namun Cillessen dalam posisi siap.

Belanda lantas menjawab tekanan Argentina dengan upaya Jordy Clasie dari luar kotak penalti di menit ke-87. Tapi tak cukup membahayakan Romero karena bola cuma melesat ke kanan gawang.

Belanda nyaris memetik keunggulan memasuki masa injury time. Lewat sebuah sontekan kecil, Sneijder memberikan umpan ke Robben yang menemukan ruang di belakang bek Argentina sementara Mascherano sedikit tertinggal di belakangnya.

Robben lantas melepaskan tembakan dari jarak dekat ke arah gawang, tapi hanya sesaat bola meluncur dari kakinya, Mascherano melakukan tekel cemerlang untuk memblok bola. Hanya menghasilkan sepak pojok. Laga kemudian selesai, dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada menit ke-99, Robben kembali menebar ancaman untuk Argentina. Dari sisi kanan dia berlari ke tengah dan melancarkan sepakan keras dengan kaki kiri. Bisa dihentikan dengan baik oleh Romero.

Jelang akhir babak tambahan yang pertama, Argentina membangun sebuah peluang. Di sisi kanan, Palacio sukses melewati Daley Blind dan melepas umpan silang. Namun Sergio Aguero datang terlalu terlambat untuk menyambut bola hingga akhirnya diamankan oleh Janmaat.

Sebuah upaya jarak jauh dari De Vrij masih belum menemui sasaran pada menit ke-110. Tembakannya melenceng ke kanan gawang.

Argentina membalas lima menit kemudian. Umpan Maxi Rodriguez mengarah ke Palacio yang berdiri bebas. Tapi peluang terbuang setelah penyerang Inter Milan itu menanduk bola terlalu pelan dan diamankan dengan mudah oleh Cillessen.

Skema yang sama berulang dua menit berikutnya. Kali ini Messi yang merangsek di sisi kanan dan melambungkan bola ke tiang jauh. Umpan disambut Rodriguez dengan tembakan voli. Tapi sebagaimana upaya sebelumnya, tendangan Rodriguez masih terlalu pelan untuk Cillessen.

Babak tambahan usai, pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.

Belanda mengawali adu penalti dengan kegagalan Vlaar menaklukkan Romero. Tendangannya terbaca. Sementara tendangan pertama Argentina yang diambil Messi sukses masuk ke gawang.

Robben maju sebagai penendang kedua Belanda dan menunaikan tugasnya dengan baik. Begitu juga Garay yang jadi penendang kedua Argentina.

Pada sepakan ketiga, Belanda kembali gagal. Sepakan Sneijder yang mengarah ke sisi kiri terbaca oleh Romero. Sebaliknya, Argentina lagi-lagi berhasil. Tendangan Aguero tak mampu dijangkau Cillessen.

Kuyt sempat menghidupkan asa setelah mengonversi penaltinya dengan mulus. Tapi Argentina pada akhirnya memastikan diri lolos ke final setelah tendangan keras Rodriguez tetap masuk ke gawang meski ditepis Cillessen.

Adu Penalti

Belanda:

Vlaar - Gagal
Robben - Gol
Sneijder - Gagal
Kuyt - Gol

Argentina:

Messi - Gol
Garay - Gol
Aguero - Gol
Rodriguez - Gol

Susunan pemain:

Belanda: Cillessen; De Vrij, Vlaar, Martins Indi (Janmaat 46'), Blind; De Jong (Clasie 62'), Sneijder, Wijnaldum, Kuyt; Van Persie (Huntelaar 96'), Robben

Argentina: Romero; Zabaleta, Garay, Demichelis, Rojo; Perez (Palacio 81'), Mascherano, Biglia; Lavezzi (Rodriguez 101'), Messi, Higuain (Aguero 82')

Selasa, 08 Juli 2014

Rekor, Jerman Hancurkan Brasil 7-1!

Jerman melaju ke final dengan cara yang teramat luar biasa. Mereka melumat Brasil yang bermain di hadapan pendukung sendiri dengan skor yang akan selalu diingat sepanjang masa: 7-1.

Pada laga yang berlangsung di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Rabu (9/7/2014) dinihari WIB, Brasil sempat menekan pertahanan Jerman di lima menit pertama. Mereka juga dengan berani memainkan tempo cepat.

Di sisi lain, Jerman lebih sabar dalam membangun serangan dan menunggu sampai Brasil kehilangan bola untuk balik menekan. Pada akhirnya, justru Jerman duluanlah yang mencetak gol.

Berawal dari sebuah sepak pojok di menit ke-11, bola disepak oleh Toni Kroos ke arah tiang jauh. Di sana, Thomas Mueller berdiri tanpa ada pengawalan ketat. Dengan banyak ruang di sekitarnya, Mueller pun leluasa melepaskan sepakan kaki kanan.

Sepakan kaki kanan Mueller meluncur deras ke arah gawang Brasil tanpa bisa dihalau oleh kiper Julio Cesar. Jerman unggul 1-0.

Setelah gol itu, Brasil luluh lantak. Belum 30 menit pertandingan berjalan, mereka sudah kebobolan empat gol tambahan. Jerman dengan digdayanya mengadali pertahanan Brasil untuk membuat keunggulan melebar menjadi 5-0.

Gol kedua Jerman tercipta di menit ke-23. Sebuah serangan yang dibangun rapi dari sisi tengah mengekspos banyak ruang di pertahanan Brasil. Miroslav Klose menerima bola sodoran di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan. Usaha pertamanya masih bisa diblok oleh Cesar, namun bola rebound langsung dia sambar dan berbuah jadi gol.

Setelahnya, Toni Kroos dua kali membobol gawang Cesar. Yang pertama pada menit ke-24, setelah menerima umpan Philipp Lahm dari sisi kanan, Kroos langsung melepaskan tendangan kaki kiri keras ke arah pojok. Yang kedua pada menit ke-26 setelah menerima bola sodoran dari Sami Khedira.

Terakhir, pada menit ke-29, Khedira sendiri yang akhirnya mencetak gol. Setelah bekerja sama dengan Oezil dalam menipu barisan rapuh pertahanan Brasil, Khedira dengan tenang melepaskan sebuah sontekan ke pojok gawang. Skor 5-0 bertahan sampai babak pertama selesai.

Jerman telah membuat babak pertama dari pertandingan ini layaknya latihan menembak.

Jerman kemudian menambah satu gol lagi pada menit ke-69. Kembali diawali oleh sebuah serangan yang dibangun dengan rapi, bola diberikan ke sisi kanan. Lahm kemudian menerima bola itu dan melepaskan umpan datar ke tengah kotak penalti Brasil.

Bola dari Lahm itu kemudian disambar oleh Andre Schuerrle dengan sepakan kaki kanan. Julio Cesar tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. 6-0.

Seakan belum cukup mempermalukan Brasil dengan skor 6-0, Jerman menambah satu gol lagi di menit ke-79. Lagi-lagi lewat Schuerrle.

Berawal dari sebuah umpan yang dilepaskan dari sisi kiri, bola diterima oleh Schuerrle di dalam kotak penalti. Setelah meloncat untuk menahan bola dengan kakinya, Schuerrle kemudian melepaskan tendangan kaki kiri dari sudut sempit. Julio Cesar hanya bisa terbaring lemas melihat gawangnya dibobol tujuh kali.

Menjelang pertandingan berakhir, Brasil mendapatkan sebuah gol hiburan. Pada menit ke-90, sebuah umpan panjang dari belakang diterima Oscar di lini depan. Setelah mengecoh Jerome Boateng, Oscar kemudian melepaskan tendangan kaki kanan dan menjebol gawang Manuel Neuer. Skor berubah jadi 7-1.

Gol: Socar ’90/ Thomas Mueller ’11, Miroslav Klose ’23, Toni Kroos ’24 dan ’26, Sami Khedira ’29, Andre Schurrle ’69 dan ’78

BRAZIL (4-2-3-1): Julio Cesar; Maicon, David Luiz, Dante, Marcelo; Fernandinho (Paulinho ’46), Gustavo; Bernard, Oscar, Hulk (Ramires ’46); Fred (Willian ’70)

JERMAN (4-2-3-1): Neuer; Lahm, Hummels (Mertesacker ’46), Boateng, Howedes; Khedira (Julian Draxler ’78), Schweinsteiger; Kroos, Ozil, Muller; Klose (Andre Schürrle ‘58).

Senin, 07 Juli 2014

Prediksi Brasil vs Jerman (Babak Semi-final)

Dari lima pertandingan terakhir Jerman, mereka mencatat empat kemenangan, dan satu kali seri.

- Brasil sendiri mencatat empat kali menang, dan satu kali seri dari lima pertandingan terakhir mereka.

- Brasil tidak dapat diperkuat oleh Thiago Silva yang terkena akumulasi kartu, dan juga Neymar yang sedang mengalami cedera ketika Brasil menang dari Kolombia dengan skor 2-1.

- Brasil ke semi-final kali ini setelah mereka mengalahkan Kolombia dengan skor 2-1.

- Jerman lolos ke babak semi-final setelah menyingkirkan Perancis dengan skor 1-0 melalui gol Mats Hummels.

- Jerman tidak pernah kalah dalam 15 laga terakhirnya.

- Thomas Muller adalah top skor dari kubu Jerman, dimana Muller telah mencetak empat gol dalam Piala Dunia 2014 ini.

- Selama empat kali bertanding di Piala Dunia 2014, Jerman telah memasukan sembilan gol dan kebobolan tiga gol.

Head 2 Head Brasil vs Jerman:
11 Agu 2011 : Jerman 3-2 Brasil (Friendly Match)
25 Jun 2005 : Jerman 2-3 Brasil (Piala Konfederasi)

5 Pertandingan terakhir Brasil :
5 Juli 2014 : Brasil 2-1 Kolombia (Piala Dunia 2014)
28 Jun 2014 : Brasil p1-1 Cili (Piala Dunia 2014)
24 Jun 2014 : Kamerun 1-4 Brasil (Piala Dunia 2014)
18 Jun 2014 : Brasil 0-0 Meksiko (Piala Dunia 2014)
13 Jun 2014 : Brasil 3-1 Kroasia (Piala Dunia 2014)

5 Pertandingan terakhir Jerman :
4 Juli 2014 : Perancis 0-1 Jerman (Piala Dunia 2014)
1 Juli 2014 : Jerman 2-1 Algeria(Piala Dunia 2014)
26 Jun 2014 : Amerika Serikat 0-1 Jerman (Piala Dunia 2014)
22 Jun 2014 : Jerman 2-2 Ghana (Piala Dunia 2014)
16 Jun 2014 : Jerman 4-0 Portugal (Piala Dunia 2014)

Skuad Brasil :

Kiper : Julio Cesar (Toronto FC), Jefferson (Botafogo), Victor (Atletico MG).

Bek : Dante (Bayern Munich), David Luiz (Chelsea), Henrique (Napoli), Thiago Silva (PSG) Dani Alves (Barcelona), Maicon (Roma), Marcelo, (Real Madrid), Maxwell (PSG).

Gelandang : Fernandinho (Manchester City), Hernanes (Inter), Luiz Gustavo (Wolfsburg), Oscar (Chelsea), Paulinho (Tottenham Hotspur), Ramires (Chelsea), Willian (Chelsea).

Striker : Bernard (Shakhtar Donetsk), Fred (Fluminense), Hulk (Zenit), Jo (Atletico MG), Neymar (Barcelona).

Skuad Jerman :
Kiper : Manuel Neuer (Bayern Munich), Roman Weidenfeller (Borussia Dortmund), Ron-Robert Zieler (Hannover)

Bek : Jerome Boateng (Bayern Munich), Erik Durm (Borussia Dortmund), Kevin Grosskreutz (Borussia Dortmund), Benedikt Howedes (Schalke), Mats Hummels (Borussia Dortmund), Philipp Lahm (Bayern Munich), Per Mertesacker (Arsenal).

Gelandang : Julian Draxler (Schalke), Matthias Ginter (Freiburg), Mario Gotze (Bayern Munich), Christoph Kramer (Borussia Monchengladbach), Sami Khedira (Real Madrid), Toni Kroos (Bayern Munich), Thomas Muller (Bayern Munich), Mesut Ozil (Arsenal), Marco Reus (Borussia Dortmund), Andre Schurrle (Chelsea), Bastian Schweinsteiger (Bayern Munich).

Penyerang: Miroslav Klose (Lazio), Lukas Podolski (Arsenal).

Prediksi Terlaris
Brasil VS Jerman
Brasil 0-1 Jerman (17 %)
Brasil 1-2 Jerman (17 %)
Brasil 2-1 Jerman

Rabu, 9 Juli 2014, pukul 03.00 WIB, Estadio Governador Magalhaes Pinto, Minas Gerais

Prediksi Belanda vs Argentina (Babak Semifinal)

Dilaga terakhir timnas Belanda hanya mampu bermain imbang dengan timnas Argentina 0-0 diajang yang sama pada tahun 2006 silam. Nantinya Lionel Messi, Robin Van Persie dan Arjen Robben akan beradu tajam dilaga nanti.

- Dari enam kali pertemuan, timnas Belanda sukses meraih 3 kali kemenangan dan dua kali imbang atas timnas Argentina.

- Terakhir Argentina mampu menundukkan negeri kincir angin tersebut pada tahun 1978 diajang Piala Dunia.

- Timnas Belanda sukses mencetak delapan gol kegawang Argentina.

- Tim Oranje akan mengandalkan duet Arjen Robben dan Robin Van Persie yang saat ini masing-masing sudah mencetak tiga gol.

- Tim Tango akan mengandalkan Lionel Messi, bintang Barcelona tersebut sudah mencetak 4 gol dari lima laga yang dijalani.

- Belanda sukses melaju kebabak semifinal setelah mengalahkan timnas Kosta Rika melalui drama adu pinalti.

- Sedangkan timnas Argentina mampu melaju kebabak semifinal setelah mengalahkan timnas Belgia dengan skor tipis 1-0 melalui gol Gonzalo Higuain.

- Argentina dipastikan tidak akan memasang Angel Di Maria dilaga nanti lantaran cedera.

- Sementara timnas Belanda tidak bisa memasang Nigel De Jong lantaran mengalami cedera.

- Dari lima laga diajang Piala Dunia, Sergio Romero tercatat baru kebobolan sebanyak tiga gol.

- Sedangkan Jesper Cillesten sudah mengalami empat kali kemasukan sejak babak fase grup.

Head 2 Head Belanda vs Argentina:
26 Juni 1974: Belanda 4-0 Argentina (Piala Dunia)
25 Juni 1978: Argentina [E] 3-1 Belanda (Piala Dunia)
4 Juli 1998: Belanda 2-1 Argentina (Piala Dunia)
31 Maret 1999: Belanda 1-1 Argentina (Friendly Match)
12 Februari 2003: Belanda 1-0 Argentina (Friendly Match)
22 Juni 2006: Belanda 0-0 Argentina (Piala Dunia)

5 laga terakhir Belanda:
14 Juni 2014: Spanyol 1-5 Belanda (Piala Dunia)
18 Juni 2014: Australia 2-3 Belanda (Piala Dunia)
23 Juni 2014: Belanda 2-0 Cili (Piala Dunia)
29 Juni 2014: Belanda 2-1 Meksiko (Piala Dunia)
6 Juli 2014: Belanda [P] 0-0 Kosta Rika (Piala Dunia)

5 laga terakhir Argentina:
16 Juni 2014: Argentina 2-1 Bosnia-Herzegovina (Piala Dunia)
21 Juni 2014: Argentina 1-0 Iran (Piala Dunia)
25 Juni 2014: Nigeria 2-3 Argentina (Piala Dunia)
1 Juli 2014: Argentina [E] 1-0 Swiss (Piala Dunia)
5 Juli 2014: Argentina 1-0 Belgia (Piala Dunia)

Skuad Belanda:
Kiper : Jasper Cillessen (Ajax), Tim Krul (Newcastle), Michel Vorm (Swansea)

Bek : Daley Blind (Ajax), Daryl Janmaat (Feyenoord), Terence Kongolo (Feyenoord), Bruno Martins Indi (Feyenoord), Joel Veltman (Ajax), Paul Verhaegh (Augsburg), Ron Vlaar (Aston Villa), Stefan de Vrij (Feyenoord)

Gelandang : Jordy Clasie (Feyenoord), Leroy Fer (Norwich), Jonathan De Guzman (Swansea), Nigel de Jong (AC Milan), Wesley Sneijder (Galatasaray), Georginio Wijnaldum (PSV Eindhoven)

Striker : Memphis Depay (PSV), Klaas-Jan Huntelaar (Schalke 04), Dirk Kuijt (Fenerbahce), Jeremain Lens (Dynamo Kiev), Robin van Persie (Manchester United), Arjen Robben (Bayern Munich).

Pelatih: Louis Van Gaal

Absen: Nigel De Jong, Leroy Fer (Cedera)

Skuad Argentina:
Kiper: Sergio Romero (Monaco), Mariano Andújar (Catania), Agustín Orion (Boca Juniors)

Bek: Ezequiel Garay (Benfica), Federico Fernández (Napoli), Pablo Zabaleta (Manchester City), Marcos Rojo (Sporting Portugal), José María Basanta (Monterrey), Hugo Campagnaro (Inter Milan), Nicolás Otamendi (Atlético Mineiro), Martín Demichelis (Manchester City), Gabriel Mercado (River Plate), Lisandro López (Getafe)

Gelandang: Fernando Gago (Boca Juniors), Lucas Biglia (Lazio), Javier Mascherano (Barcelona), Ever Banega (Newell’s Old Boys), Angel Di María (Real Madrid), Maximiliano Rodríguez (Newell’s Old Boys), Ricardo Alvarez (Inter Milan), Augusto Fernández (Celta Vigo), Enzo Pérez (Benfica), José Sosa (Atlético Madrid), Fabian Rinaudo (Catania)

Penyerang: Sergio Agüero (Manchester City), Lionel Messi (Barcelona), Gonzalo Higuaín (Napoli), Ezequiel Lavezzi (Paris Saint-Germain), Rodrigo Palacio (Inter Milan), Franco Di Santo (Werder Bremen)

Pelatih: Alejandro Sabella

Absen: Angel Di Maria (Cedera)


Prediksi Terlaris
Belanda VS Argentina
Belanda 0-1 Argentina (21 %)
Belanda 2-1 Argentina (19 %)
Belanda 1-2 Argentina

Kamis, 10 Juli 2014, pukul 03.00 WIB, Arena Corinthians, Sao Paulo

Singkirkan Kosta Rika Lewat Adu Penalti, Belanda Maju ke Semifinal

Belanda berhasil merebut tempat terakhir di babak semifinal. Hasl itu didapat Belanda berkat kemenangan atas Kosta Rika lewat adu penalti 4-3 usai bermain 0-0 sampai babak perpanjangan waktu.

Pada pertandingan di Arena Fonte Nova yang tuntas Minggu (6/7/2014) pagi WIB, secara keseluruhan Belanda tampil lebih dominan.

Statistik FIFA mencatat skuat arahan Louis van Gaal itu memiliki 64 persen penguasaan bola dan 69 serangan berbahaya. Sebanyak 20 percobaan tercipta dengan 15 upaya mengarah ke gawang namun tidak ada yang berhasil menjadi gol.

Sementara itu, Kosta Rika memiliki 36 persen penguasaan bola dan 33 serangan berbahaya. Hanya enam percobaan yang bisa hasilkan Keylor Navas dkk. dan cuma tiga yang mengarah ke sasaran.

Tim Krul muncul sebagai pahlawan Belanda meski baru masuk di akhir 15 menit kedua perpajanngan waktu, menggantikan Jesper Cillesen. Kiper Newcastle United itu berhasil mementahkan tendangan penalti dua pemain Kosta Rika.

Dalam perebutan tempat di final, Belanda akan menghadapi juara dunia dua kali, Argentina, yang di pertandingan sebelumnya menang tipis 1-0 atas Belgia.

Jalannya Pertandingan

Sejak awal pertandingan, Belanda dan Kosta Rika saling jual beli serangan. Namun hingga 20 menit awal pertandingan, belum ada satupun upaya kedua tim yang mampu menguji kiper masing-masing lawan.

Belanda nyaris membuka skor lewat peluang pertamanya di menit ke-22. Robin van Persie yang sudah dalam posisi bebas di dalam kotak gagal menuntaskan tugasnya setelah sepakannya mengarah kepada kiper Keylor Navas.

Bola rebound pun gagal dimanfaatkan Wesley Sneijder karena sepakannya pun berhasil ditangkap Navas.

Navas kembali menyelamatkan Kosta Rika. Di menit ke-29, Navas menggagalkan upaya Memphis Depay dari sayap kiri yang berujung serangan balik Kosta Rika namun kandas akibat hand ball pemainnya.

Ancaman berbahaya dari Kosta Rika di menit ke-34. Sebuah kemelut di depan gawang nyaris menciptakan gol bagi wakil Amerika Selatan itu, tapi bola berhasil diamankan Martins Indi.

Pelanggaran terhadap Arjen Robben menghasilkan tendangan bebas bagi Belanda di menit ke-39. Sepakan keras Sneijder yang mengarah ke pojok kanan atas gawang Kosta Rika bisa ditepis oleh Navas.

Penjagaan Navas kembali menggagalkan upaya Belanda. Di menit ke-42, umpan terobosan diterima Van Persie di dalam kotak tapi sebelum bisa menembak bola lebih dulu dicegat Navas.

Pasca restart, Belanda dan Kosta Rika masih terus saling menyerang. Saat laga menunjuk satu jam, Kosta Rika menciptakan serangan balik berbahaya setelah Diaz menusuk kotak penalti. Namun, sebelum bola bisa dialirkan lebih dulu diblok.

Peluang emas bagi Kosta Rika di menit ke-65. Diawali tendangan bebas jarak jauh, bola disundul oleh Giancarlo Gonzalez di tiang dekat namun melambung.

Belanda nyaris membuka skor di menit ke-82. Pelanggaran terhadap Robben menghasilkan tendangan bebas di luar kotak. Sneijder melepaskan sepakan keras tapi gol gagal tercipta karena bola membentur tiang. Skor masih 0-0.

Semenit jelang waktu normal habis, Van Persie menyia-nyiakan peluang menciptakan gol. Umpan matang Sneijder dari sisi kanan tiba di kotak penalti, namun kaki Van Persie gagal menjangkau bola.

Gawang Kosta Rika masih selamat! Di masa injury time, sebuah kemelut di depan gawang diakhiri dengan sepakan Van Persie namun bola membentur mistar gawang.

Di babak tambahan pertama, Belanda langsung mengancam di menit-menit awal. Tapi sundulan Ron Vlaar ke arah tiang jauh masih mentah di tangan Navas.

Setelah lebih banyak di bawah tekanan Belanda, Kosta Rika menyerang balik di menit ke-117. Sebuah gol nyaris tercipta andai sepakan Urena dari tengah gagal diselamatkan kiper Jasper Cillessen.

Hanya dua menit berselang, serangan balik Belanda kembali 'menggetarkan' gawang Kosta Rika. Sepakan keras Sneijder membentur mistar gawang. Kedudukan tetap 0-0 dan berlanjut ke adu penalti.

Kosta Rika dan Belanda memulai dengan meyakinkan. Sepakan Celso Borges dan Van Persie menjadikan skor imbang 1-1.

Bryan Ruiz maju sebagai eksekutor kedua Kosta Rika, namun arah tendangannya berhasil dibaca oleh kiper pengganti Tim Krul. Robben menjadikan Belanda memimpin 2-1 usai mengirim Navas ke arah yang salah.

Kosta Rika menyamakan skor 2-2 setelah Giancarlo Gonzalez melesakkan sepakan penaltinya melewati Krul. Tapi Belanda belum goyah usai penalti Sneijder menembus penjagaan Navas.

Christian Bolanos membuat Kosta Rika bertahan setelah dengan tenang mengonversi penaltinya. Skor penalti 3-3 sekarang. Dirk Kuyt maju sebagai penendang keempat Belanda dan sepakannya berhasil menambah angka bagi timnya.

Kemenangan Belanda ditentukan setelah tendangan penalti Michael Umana bisa diselamatkan oleh Krul. Belanda pun menang adu penalti 4-3.


Adu Penalti

Belanda:
Van Persie - Gol
Robben - Gol
Sneijder - Gol
Kuyt - Gol

Kosta Rika:
Borges - Gol
Ruiz - Gagal (Ditepis)
Gonzalez - Gol
Bolanos - Gol
Umana - Gagal (Ditepis)

Susunan Pemain
BELANDA: Cillessen (Krul 120'), Vlaar, De Vrij, Martins Indi (Huntelaar 106'), Blind, Van Persie (c), Sneijder, Robben, Kuyt, Wijnaldum, Depay (Lens 76')

KOSTA RIKA: Navas, Acosta, Gonzalez, Umana, Borges, Bolanos, Campbell (Urena 66'), Ruiz (c), Diaz, Gamboa (Myrie 79'), Tejeda (Cubero 97')

Argentina vs Belgia Skor 1-0

Argentina berhasil melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2014 usai mengalahkan Belgia dengan skor tipis 1-0. Adalah Gonzalo Higuain yang menjadi pahlawan kemenangan La Albiceleste.

Berlaga di Estadio Nacional Mane Garrincha, Sabtu (5/7/2014) malam WIB, Argentina mampu unggul cepat saat Higuain mencetak gol di menit ke-7. Penyerang 26 tahun itu meneruskan umpan Di Maria dengan sepakan voli ke arah pojok kiri bawah gawang Belgia.

Kedua tim kemudian saling serang, namun tak ada gol lain yang tercipta. Statistik tercatat relatif berimbang dengan penguasaan bola tercatat 54% berbanding 46% untuk keunggulan Belgia.

Sementara Argentina tercatat unggul peluang dengan dua tembakan tepat target dan satu kans membentur tiang. Belgia sendiri cuma punya satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan sebagaimana dilansir whoscored.

Dengan kemenangan ini, Argentina pun melaju ke babak semifinal. Lionel Messi dkk. selanjutnya akan menghadapi pemenang antara Belanda vs Kosta Rika.

Jalannya Pertandingan

Argentina mencoba menekan di awal-awal pertandingan. Lionel Messi menusuk di sisi kiri dan mencoba melepaskan umpan silang mendatar ke Ezequiel Lavezzi di tiang jauh yang berdiri cukup bebas. Namun di depan gawang umpan dipotong oleh Vincent Kompany.

Di menit ke-7, Argentina meraih keunggulan. Diawali dari umpan Messi ke Di Maria di sisi kanan, nama terakhir lantas bermaksud mengirim umpan terobosan ke dalam kotak penalti untuk Gonzalo Higuain.

Namun bola membentur bek Belgia dan justru berbelok ke area di mana Higuain berdiri. Dengan satu sentuhan, Higuain mengarahnkan bola ke pojok kiri bawah gawang dan tak mampu diantisipasi Thibaut Courtois.

Belgia merespons di menit ke-13. Dari sebuah serangan balik, Eden Hazard menyodorkan bola ke Kevin De Bruyne, yang kemudian melancarkan tendangan. Belum menemui sasaran, bola meleset ke kiri gawang.

Belgia kembali mencatatkan peluang di menit ke-26. De Bruyne melakukan sepakan keras dari luar kotak penalti dan mengarah ke gawang. Sergio Romero sigap menepis.

Argentina balik mengancam dua menit kemudian. Messi memberikan umpan terobosan kepada Di Maria. Setelah melakukan gerakan kejutan untuk mengecoh Kompany dalam duel satu lawan satu, pemain Real Madrid itu coba mengarahkan tendangan kaki kiri ke gawang. Beruntung bagi Belgia, Kompany berhasil menjangkau bola dan membloknya.

Peluang bagus bagi Argentina untuk menambah keunggulan didapat pada menit ke-39, kala Messi dilanggar didepan garis kotak penalti. Messi mengambil sendiri kesempatan tersebut, tapi tembakan kerasnya ke pojok kanan atas cuma melambung melewati mistar.

Tak lama kemudian, giliran Belgia punya kans bagus. Dari sisi kiri Vertonghen melambungkan bola ke tengah kotak penalti, di sambut tandukan Kevin Mirallas sembari menjatuhkan diri. Masih tipis di sisi kiri gawang Romero. Babak pertama usai.

Sepuluh menit babak kedua berjalan, Higuain nyaris kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lewat sebuah serangan balik, dia berlari sendiri merangsek ke pertahanan Belgia.

Setelah melewati Kompany di depan kotak penalti, penyerang Napoli itu melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Courtois. Namun cuma membentur mistar.

Belgia balas menekan di menit ke-61. Vertonghen mengirimkan umpan lambung ke muka gawang Brasil dan sukses ditanduk Marouane Fellaini yang memenangi duel udara. Belum menemui sasaran karena bola melayang tipis di atas mistar.

Tekanan Belgia ke Argentina berlanjut ke menit 76, saat mendapatkan tendangan bebas di sisi kiri. Sejumlah pemain bersiap menyambut umpan di dalam kotak penalti, namun rupanya Mertens yang bertindak sebagai eksekutor memilih mengarahkannya langsung ke gawang. Tak membuahkan hasil, bola cuma melesat ke kiri gawang.

Argentina berbalik mengancam di menit ke-83. Pablo Zabaleta menusuk di sisi kanan dan mengarahkan bola lambung ke tiang jauh, di mana Rodrigo Palacio berdiri bebas. Kans ini kandas setelah Palacio gagal menjangkau bola.

Dua menit berselang, berbalik Belgia lagi yang menebar ancaman. De Bruyne mencoba peruntungan dari luar kotak penalti lewat tendangan mendatar, namun berbelok arah setelah membentur Ezequiel Garay. Sementara Romero sudah mati langkah, bola bergulir ke kanan gawang.

Di masa injury time, Argentina punya peluang emas untuk menggandakan keunggulan. Lewat sebuah serangan balik, Messi berlari sendirian menghadapi Courtois yang ditinggalkan para beknya. Untuk memperkecil ruang tembak, Courtois maju menghadang dan dia sukses mementahkan tembakan Messi. Laga usai.

Susunan pemain:


Argentina: Romero; Zabaleta, Garay, Demichelis, Basanta; Biglia, Mascherano, Di Maria (Perez 33'); Lavezzi (Palacio 71'), Messi, Higuain (Gago 81')

Belgia: Courtois; Alderweireld, Van Buyten, Kompany, Vertonghen; Fellaini, Witsel; Mirallas (Mertens 60'), De Bruyne, E Hazard (Chadli 75'); Origi (Lukaku 59')

Sabtu, 05 Juli 2014

Prediksi Argentina vs Belgia (Perempat Final)

Dari lima pertandingan terakhir Argentina, mereka mencatat lima kemenangan beruntun.

- Belgia sendiri mencatat lima kemenangan di lima pertandingan terakhir mereka sejauh ini.

- Di dua pertemuan terakhir antara kedua tim, Argentina mencatat satu kemenangan, dan satu kekalahan dari Belgia.

- Terakhir kali mereka bertemu pada tahun 1986 dimana kedua tim bertemu dan pertandingan tersebut dimenangkan oleh Argentina dengan skor 2-0.

- Timnas Belgia sukses menyapu bersih tiga laga dibabak fase grup H, yang didalamnya tergabung bersama Aljazair, Rusia dan Korea Selatan.

- Thibaut Courtois hanya mengalami dua kali kemasukan dibabak fase grup.

- Dries Mertens menjadi top skorer sementara timnas Belgia dengan total dua gol, sementara Eden Hazard hanya mampu mencetak dua asisst.

- Timnas Argentina mampu menyapu bersih ditiga laga pada babak fase grup.

- Penjaga gawang timnas Argentina, Sergio Romero sudah mengalami tiga kali kemasukan ditiga laga fase grup.

- Sementara timnas Argentina akan mengandalkan mega bintang mereka, Lionel Messi yang hingga saat ini telah mencetak empat gol.

Head 2 Head Argentina vs Belgia:
26 Jun 1986 : Argentina 2-0 Belgia (Piala Dunia 1986)
13 Jun 1982 : Argentina 0-1 Belgia (Piala Dunia 1982)

5 Pertandingan terakhir Argentina :
8 Juni 2014: Argentina 2-0 Slovenia (Friendly Match)
16 Juni 2014: Argentina 2-1 Bosnia-Herzegovina (Piala Dunia 2014)
21 Juni 2014: Argentina 1-0 Iran (Piala Dunia 2014)
25 Juni 2014: Nigeria 2-3 Argentina (Piala Dunia 2014)
1 Juli 2014 : Argentina 1-0 Swiss (Piala Dunia 2014)

5 Pertandingan terakhir Belgia :
8 Juni 2014: Belgia 1-0 Tunisia (Friendly Match)
17 Juni 2014: Belgia 2-1 Aljazair (Piala Dunia 2014)
22 Juni 2014: Belgia 1-0 Rusia (Piala Dunia 2014)
27 Juni 2014 : Belgia 1-0 Korea Selatan (Piala Dunia 2014)
2 Juli 2014 : Belgia 2-1 Amerika Serikat (Piala Dunia 2014)

Skuad Argentina:
Kiper: Sergio Romero (Monaco), Mariano Andújar (Catania), Agustín Orion (Boca Juniors)

Bek: Ezequiel Garay (Benfica), Federico Fernández (Napoli), Pablo Zabaleta (Manchester City), Marcos Rojo (Sporting Portugal), José María Basanta (Monterrey), Hugo Campagnaro (Inter Milan), Nicolás Otamendi (Atlético Mineiro), Martín Demichelis (Manchester City), Gabriel Mercado (River Plate), Lisandro López (Getafe)

Gelandang: Fernando Gago (Boca Juniors), Lucas Biglia (Lazio), Javier Mascherano (Barcelona), Ever Banega (Newell’s Old Boys), Angel Di María (Real Madrid), Maximiliano Rodríguez (Newell’s Old Boys), Ricardo Alvarez (Inter Milan), Augusto Fernández (Celta Vigo), Enzo Pérez (Benfica), José Sosa (Atlético Madrid), Fabian Rinaudo (Catania)

Penyerang: Sergio Agüero (Manchester City), Lionel Messi (Barcelona), Gonzalo Higuaín (Napoli), Ezequiel Lavezzi (Paris Saint-Germain), Rodrigo Palacio (Inter Milan), Franco Di Santo (Werder Bremen)

Pelatih: Alejandro Sabella

Skuad Belgia:
Kiper: Thibaut Courtois (Chelsea), Simon Mignolet (Liverpool), Sammy Bossut (Zulte Waregem)

Bek: Toby Alderweireld (Atletico Madrid), Laurent Ciman (Standard Liege), Anthony Vanden Borre (Anderlecht), Vincent Kompany (Manchester City), Daniel Van Buyten (Bayern Munchen), Jan Vertonghen (Tottenham Hotspur), Thomas Vermaelen (Arsenal), Nicolas Lombaerts (Zenit St. Petersburg).

Gelandang: Axel Witsel (Zenit St. Petersburg), Steven Defour (Porto), Marouane Fellaini (Manchester United), Mousa Dembele (Tottenham Hotspur), Nacer Chadli (Tottenham Hotspur), Kevin De Bruyne (Wolfsburg).

Penyerang: Eden Hazard (Chelsea), Romelu Lukaku (Chelsea), Divock Origi (Lille), Dries Mertens (Napoli), Kevin Mirallas (Everton), Adnan Januzaj (Manchester United).

Pelatih : Marc Wilmots


Prediksi Terlaris
Argentina VS Belgia
Argentina 2-0 Belgia (17 %)
Argentina 2-1 Belgia (17 %)
Argentina 1-2 Belgia

Sabtu, 5 Juli 2014, pukul 23.00 WIB, Estádio Nacional de Brasília, Brasilia

Prediksi Belanda vs Kosta Rika (Perempat Final)

Kedua tim belum pernah bertemu sebelumnya diajang manapun. Nantinya pertahanan timnas Kosta Rika akan kembali diuji dengan tajamnya penyerang timnas Belanda saat laga nanti.

- Kedua tim belum pernah bertemu.

- Kedua tim merupakan pemuncak klasemen difase grup

- Timnas Belanda selalu meraih kemenangan sejak babak penyisihan grup salah satunya saat sukses menghempaskan juara bertahan Spanyol 1-5 dibabak fase grup.

- Timnas Kosta Rika hanya menelan satu kali imbang saat kontra Inggris, namun Keylor Navas dan kawan-kawan mampu meraih kemenangan atas timnas Uruguay (1-3) dan Italia (1-0).

- Pasukan Louis Van Gaal menjadi tim paling produktif dengan 12 kali mencetak gol.

- Jasper Cillessen tercatat sudah mengalami empat kali kemasukan.

- Keylor Navas tercatat hingga babak perdelapan final baru mengalami dua kali kemasukan.

- Bryan Ruiz akan menjadi momok lini pertahanan timnas Belanda, mantan punggawa Fulham tersebut sudah mencetak dua gol.

- Sementara duet Arjen Robben dan Robin Van Persie akan berusaha menghancurkan pertahanan Kosta Rika, kedua pemain tersebut masing-masing sudah mencetak tiga gol.

- Timnas Belanda sukses menyingkirkan timnas Meksiko dibabak perdelapan besar dengan skor 1-2.

- Sedangkan timnas Kosta Rika sukses menyingkirkan timnas Yunani dibabak perdelapan besar melalui drama adu pinalti, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1.

- Georginio Wijnaldum dan Memphis Depay akan bertarung dengan rekan satu timnya di PSV Eindhoven, Bryan Ruiz.

- Kedua tim akan memperebutkan tiket Semifinal Piala Dunia 2014.

Head 2 Head Belanda vs Kosta Rika: -

5 laga terakhir Belanda:
5 Juni 2014: Belanda 2-0 Wales (Friendly Match)
14 Juni 2014: Spanyol 1-5 Belanda (Piala Dunia)
18 Juni 2014: Australia 2-3 Belanda (Piala Dunia)
23 Juni 2014: Belanda 2-0 Cili (Piala Dunia)
29 Juni 2014: Belanda 2-1 Meksiko (Piala Dunia)

5 laga terakhir Kosta Rika:
7 Juni 2014: Kosta Rika 1-1 Republik Irlandia (Friendly Match)
15 Juni 2014: Uruguay 1-3 Kosta Rika (Piala Dunia)
20 Juni 2014: Italia 0-1 Kosta Rika (Piala Dunia)
24 Juni 2014: Kosta Rika 0-0 Inggris (Piala Dunia)
30 Juni 2014: Kosta Rika P 1-1 Yunani (Piala Dunia)

Skuad Belanda:
Kiper : Jasper Cillessen (Ajax), Tim Krul (Newcastle), Michel Vorm (Swansea)

Bek : Daley Blind (Ajax), Daryl Janmaat (Feyenoord), Terence Kongolo (Feyenoord), Bruno Martins Indi (Feyenoord), Joel Veltman (Ajax), Paul Verhaegh (Augsburg), Ron Vlaar (Aston Villa), Stefan de Vrij (Feyenoord)

Gelandang : Jordy Clasie (Feyenoord), Leroy Fer (Norwich), Jonathan De Guzman (Swansea), Nigel de Jong (AC Milan), Wesley Sneijder (Galatasaray), Georginio Wijnaldum (PSV Eindhoven)

Striker : Memphis Depay (PSV), Klaas-Jan Huntelaar (Schalke 04), Dirk Kuijt (Fenerbahce), Jeremain Lens (Dynamo Kiev), Robin van Persie (Manchester United), Arjen Robben (Bayern Munich).

Pelatih: Louis Van Gaal

Absen: Nigel De Jong, Leroy Fer (Cedera)

Skuad Kosta Rika:

Kiper: Keylor Navas (Levante), Patrick Pemberton (Alajuelense) Daniel Cambronero (Herediano).

Bek: Johnny Acosta (Alajuelense), Giancarlo Gonzalez (Columbus Crew), Michael Umana (Saprissa), Oscar Duarte (Bruges), Waylon Francis (Columbus Crew), Heiner Mora (Saprissa), Junior Diaz (Mainz 05), Christian Gamboa (Rosenborg), Roy Miller (New York Red Bulls).

Gelandang: Celso Borges (AIK), Christian Bolanos (Copenhagen), Esteban Granados (Herediano), Michael Barrantes (Aalesund), Yeltsin Tejeda (Saprissa), Diego Calvo (Valerenga), Jose Miguel Cubero (Herediano).

Striker: Bryan Ruiz (PSV Eindhoven, on loan from Fulham), Joel Campbell (Olympiakos, on loan from Arsenal), Randall Brenes (Cartagines), Marco Urena (FC Kuban Krasnodar).

Pelatih: Jorge Pinto

Absen: Oscar Duarte, Roy Miller (Cedera)


Prediksi Terlaris
Belanda VS Kosta Rika
Belanda 2-0 Kosta Rika (22 %)
Belanda 2-1 Kosta Rika (17 %)
Belanda 3-1 Kosta Rika

Minggu, 6 Juli 2014, pukul 03.00 WIB, Itaipava Arena Fonte Nova, Bahia

Jumat, 04 Juli 2014

Brazil Tundukkan Kolombia 2-1

Pertandingan Piala Dunia 2014 babak 8 besar antara Brazil vs Kolombia di Estadio Castelao, Fortaleza, Sabtu (5/7/2014), berakhir dengan skor 2-1. Hasil Brasil vs Colombia ini tercipta berkat gol indah yang dikemas David Luiz melalui tendangan bebas di menit 69. Dengan kemenangan di laga Kolombia vs Brasil ini, maka Selecao akan berjumpa Jerman di babak semifinal.

Brazil seperti tidak mau membuang banyak waktu untuk cepat menggempur pertahanan Kolombia. Peluang pertama didapat oleh Neymar melalui tendangan bebas, namun bola eksekusinya masih melebar.

Tuan rumah tidak butuh waktu lama untuk bisa memimpin. Di menit ketujuh, sebuah tendangan penjuru dari Neymar mengarah ke tiang jauh dimana sudah ada Thiago Silva yang lolos dari kawalan Sanchez dan berhasil mengoyak jala gawang Ospina. 1-0!

Beberapa menit kemudian sang kapten giliran menjadi penyelamat gawang timnya. Silva berhasil menjatuhkan diri untuk mengeblok sebuah tendangan keras yang dilepaskan oleh Cuadrado di menit 11.

Tekanan dari Brazil semakin menjadi-jadi. Hulk mampu berkelit dari kawalan Guarin dan melepaskan tendangan yang bisa dihalau pemain Kolombia. Beberapa menit setelahnya Ospina bersusah payah menghalau tendangan dari Oscar.

Memasuki menit 28, Brazil mendapatkan peluang lagi untuk mengemas gol. Lagi, sebuah usaha dari Hulk harus digagalkan oleh Ospina yang bermain brilian di babak pertama ini.

Kolombia meningkatkan serangan mereka di babak kedua. Tertinggal satu gol tentu bukanlah situasi yang menguntungkan bagi anak asuh Jose Pekerman dalam format knock-out seperti ini. Satu peluang didapat oleh Guarin di menit 58 namun tendangannya masih melebar.

Sebuah bola sebenarnya bersarang di gawang Brazil di menit 66. Akan tetapi bola yang dilesakkan oleh Yepes harus dianulir karena sudah terjebak offside terlebih dahulu.

Dan tiga menit kemudian sebuah gol indah tercipta bagi Brazil. Tendangan bebas dari jarak 35 meter yang dilepaskan David Luizmeluncur deras ke gawang Kolombia tanpa bisa dicegah oleh Ospina. 2-0!

Beberapa menit kemudian Brazil hampir saja semakin menenggelamkan Kolombia. Sebuah tendangan kaki kiri dari Neymar bergerak melengkung ke tiang jauh gawang Kolombia namun masih melebar di sisi gawang.

Lengahnya pertahanan Brazil harus dihukum di menit 80 lewat gol penalti James Rodriguez. Julio Cesar terpaksa melanggar Bacca dengan ilegal dan membuahkan penalti bagi Kolombia. Gol ini juga semakin menegaskan posisi Rodriguez sebagai top skor sementara turnamen.

Sayangnya, Brazil harus kehilangan Neymar yang mengalami cedera di akhir laga. Jika Neymar sampai absen di semifinal, maka akan menjadi duka berikutnya bagi Brazil setelah Silva dipastikan absen dalam laga kontra Jerman akibat akumulasi kartu.

Data Pertandingan:

Brazil 2-1 Kolombia (Silva 7′, Luiz 69′ / Rodriguez 80′-pen)
BrazilKolombia
No.Starting ElevenYCRCNo.Starting ElevenYCRC
12.Julio Cesar78′1.David Ospina
23.Maicon18.Juan Zuniga
3.Thiago Silva64′2.Cristian Zapata
4.David Luiz3.Mario Yepes72′
6.Marcelo7.Pablo Armero
8.Paulinho (86′)6.Carlos Sanchez
5.Fernandinho13.Fredy Guarin
11.Oscar11.Juan Cuadrado (80′)
10.Neymar (88′)10.James Rodriguez67′
7.Hulk (83′)14.Victor Ibarbo (46′)
9.Fred9.Teofilo Gutierrez (70′)
SubstitutesSubstitutes
1.Jefferson12.Camilo Vargas
22.Victor22.Faryd Mondragon
2.Daniel Alves4.Santiago Arias
13.Dante16.Eder Balanta
14.Maxwell23.Carlos Valdes
15.Henrique (88′)5.Carlos Carbonero
16.Ramires (83′)8.Abel Aguilar
18.Hernanes (86′)15.Alexander Mejia
19.Willian20.Juan Quintero (80′)
20.Bernard17.Carlos Bacca (70′)
21.Jo19.Adrian Ramos (46′)
21.Jackson Martinez
CoachCoach
Luiz Felipe ScolariJose Pekerman
RefereeVenue
Carlos Velasco Carballo (Spain)Estadio Castelao, Fortaleza

TEAM PARTICIPATING