Slider

World Cup 2014 Hot News

Minggu, 13 Juli 2014

Golden Ball Terasa Hambar bagi Messi & Golden Glove Jadi Milik Manuel Neuer

Lionel Messi berhasil menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2014 (Golden Ball). Namun penghargaan itu tak dirasa penting oleh Messi karena dia cuma ingin trofi Piala Dunia.

Messi dianggap punya peran besar dalam mengantar Argentina ke babak final. Bintang Barcelona itu empat kali menyabet predikat man of the match dari tujuh laga yang dimainkannya sepanjang turnamen.

Namun penghargaan itu tak cukup membuat Messi puas. Saat menerima trofi itu, Messi tetap tak bisa menyembunyikan wajah kecewanya.

"Saat ini penghargaan ini tidak penting untuk saya. Saya tidak peduli. Kami ingin memenangi trofi itu dan merayakannya dengan semua orang di Argentina," sahut Messi seperti dikutip AS.

La Albiceleste gagal memenangi Piala Dunia setelah kalah 0-1 dari Jerman di laga final yang digelar di Estadio do Maracana, Senin (14/7/2014) dinihari WIB. Mario Goetze jadi penentu kemenangan Jerman lewat golnya di masa perpanjangan waktu.

Beberapa kali mengancam gawang Manuel Neuer, Messi menilai Argentina layak mendapat hasil yang lebih baik. Namun dia juga tak menampik bahwa penyelesaian akhir yang buruk yang membuat timnya gagal memetik kemenangan.

"Mereka yang ada di depan tidak menentukan pertandingan dengan baik. Kami punya semua peluang," lanjut Messi.

"Saya hanya ingin mengangkat trofi Piala Dunia dan mengangkatnya untuk Argentina. Kami layak mendapat lebih. Jika kami mencetak gol, itu akan mengubah pertandingan. Mereka menguasai bola dengan baik, tapi situasinya seperti milik kami," katanya.

Sedangkan Manuel Neuer melengkapi titel juara dunia dengan gelar penjaga gawang terbaik. Penampilan impresifnya sepanjang turnamen membuatnya diganjar penghargaan Golden Glove (Sarung Tangan Emas).

Neuer menyabet penghargaan Golden Glove mengungguli dua kandidat lainnya, Keylor Navas (Kosta Rika) dan Sergio Romero (Argentina).

Neuer selalu tampil di tujuh pertandingan Jerman di Piala Dunia kali ini. Selama 600 menit tampil untuk Die Mannschaft di Brasil, kiper Bayern Munich itu kerap melakukan penyelamatan-penyelamatan penting. Dia juga tak ragu untuk keluar dari sarangnya untuk menghalau serangan lawan.

Sejak fase grup hingga laga final melawan Argentina di Estadio do Maracana, Senin (14/7/2014) dinihari WIB, Neuer tercatat melakukan 25 kali penyelamatan. Namun di laga final, penjaga gawang berusia 27 tahun itu sama sekali tak melakukan save.

Secara keseluruhan, Neuer mencatat empat clean sheet sejak fase grup. Dia tak kebobolan di laga melawan Portugal, Amerika Serikat, Prancis, dan Argentina di laga final.

Gelar itu melengkapi titel juara dunia yang dibawa pulang oleh Jerman. Di laga final melawan Argentina, Jerman menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Mario Goetze di masa perpanjangan waktu.

Jerman Juara Piala Dunia 2014

Gol Mario Gotze di babak perpanjangan waktu Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014 setelah menaklukkan Jerman dengan skor 1-0 dalam laga final di stadion Maracana. Tim panser yang menjadi pemenang Piala Dunia 2014 merupakan wakil Eropa pertama yang bisa juara di benua Amerika. Gelar juara World Cup 2014 keempat untuk Jerman ini membatalkan ambisi Lionel Messi sang pemain terbaik dunia dekade ini.

Babak pertama dilalui dengan penuh ketegangan. Jerman mengandalkan penguasaan bola untuk mendikte permainan Argentina sejak awal. Namun taktik pelatih Joachim Low ini diantisipasi dengan baik oleh Alejandro Sabella dengan strategi serangan balik. Tim panser memang bisa menekan Argentina, tetapi umpan-umpan silang mereka bisa ditebak sepanjang 45 menit awal.

Justru tim tango yang terlihat berbahaya dengan serangan balikmereka. Gonzalo Higuain setidaknya memiliki tiga peluang emas. Diawali tembakan silangnya yang melebar di awal laga, peluang emas yang jauh dari gawang Manuel Neuer, dan sebuah gol off side menyambut umpan Ezequiel Lavezzi kala laga berlangsung setengah jam.

Kepanikan Jerman menghadapi serangan kilat Argentina bisa dilihat dari dua kartu kuning yang diterima mereka pada babak pertama, oleh Bastian Schweinsteiger dan Benedikt Howedes. Namun bukan berarti tim panser tidak punya peluang. Ada Andre Schurrle yang memaksa Sergio Romero melakukan penyelamatan penting. Tandukan Howedes menjelang turun minum masih membentur tiang.

Awal babak kedua, Lionel Messi nyaris menyihir Maracana. Ia mendribble bola, membuka peluangnya sendiri. Namun tembakan Si Nomor 10 masih melebar dari gawang lawan. Ketenangan Argentina mulai terganggu dengan dua kartu kuning beruntun yang diterima Javier Mascherano dan Sergio Aguero. Tetapi, Jerman juga belum lagi membahayakan gawang Albiceleste.

Argentina mencoba pergantian dua penyerangnya untuk menyelesaikan laga. Lionel Messi melepaskan dua tarian yang harus dibendung dua-tiga pemain Jerman. Tetapi magis bintang Barcelona itu masih tidak kunjung membahayakan gawang Manuel Neuer.

Menit 81, Toni Kroos memiliki peluang dengan tendangan first time, tapi masih menyamping. Keputusan penting Low memasukkan Mario Gotze menggantikan sang pencetak 16 gol di Piala Dunia, Miroslav Klose. Namun kebuntuan harus berlanjut hingga babak perpanjangan waktu yang menjadi spesialisasi Argentina.

Jerman sempat menyengat dengan dua peluang beruntun di awal babak. Namun Argentina punya kesempatan dari Rodrigo Palacio di menit 98 yang sudah mengelabui Neuer.

Gol yang kering terus berlanjut hingga menit 114. Ketika itu Jerman menemukan formula anti Argentina. Menerima umpan silang Mario Gotze melepaskan tembakan datar yang tak bisa dibendung Sergio Romero. Albiceleste rontok, dan takdir pahit harus dirasakan Lionel Messi, sang pemain terbaik dunia generasi ini.

Gol: Mario Gotze ’114

Jerman (4-2-3-1): Neuer; Lahm, Boateng, Hummels, Howedes; Kramer (Schurrle ’32), Schweinsteiger; Muller, Kroos, Ozil (Mertesacker ’119); Klose (Gotze ’88).

Argentina (4-3-3): Romero; Zabaleta, Demichelis, Garay, Rojo; Biglia, Mascherano, Perez (Gago ’88); Messi, Lavezzi (Aguero ’46), Higuain (Palacio ’78).

Sabtu, 12 Juli 2014

Belanda Juara Tiga Piala Dunia 2014, Permalukan Brazil 0-3

Peringkat ketiga di Piala Dunia 2014 akhirnya jadi milik Belanda. Oranje mendapatkan predikat tersebut setelah menggasak tuan rumah Brasil dengan skor telak 3-0.

Tanda-tanda Belanda akan menang pada laga di Estadio Nacional Mane Garrincha, Brasilia, Minggu (13/7/2014) dinihari WIB, memang sudah terlihat sejak awal. Tim besutan Louis van Gaal itu langsung unggul lewat serangan pertamanya. Penalti Robin van Persie membawa mereka memimpin 1-0.

Keroposnya lini pertahanan Brasil dimanfaatkan Belanda untuk mencetak gol kedua lewat Daley Blind. Skor 2-0 untuk keunggulan Belanda bertahan hingga jeda.

Beberapa saat menjelang berakhirnya pertandingan, Belanda menambah derita tim tuan rumah. Mereka memantapkan kemenangan melalui gol Georginio Wijnaldum.

Hasil ini menjadi hadiah hiburan bagi Belanda yang sebelumnya kalah adu penalti dari Argentina di semifinal. Sebaliknya, kekalahan telak ini makin mempermalukan Brasil setelah sebelumnya mereka dibantai Jerman 1-7 di babak empat besar.

Jalannya Pertandingan
Serangan pertama Belanda menimbulkan kepanikan di lini belakang Brasil. Pada menit kedua, Thiago Silva yang kalah sprint terpaksa menarik kaus Arjen Robben hingga Robben terjatuh. Wasit langsung menunjuk titik putih setelah melihat insiden ini.

Van Persie yang menjadi algojo sukses mengonversi tendangan 12 pas menjadi gol. Eksekusinya ke arah kanan tak bisa dijangkau Julio Cesar.

Belanda mencetak gol keduanya saat laga memasuki menit ke-16. Gol ini berawal dari kegagalan David Luiz dalam mengamankan sebuah umpan silang dari sisi kanan. Bola sundulannya malah mengarah ke Blind. Dengan tenang, Blind mengontrol bola di kotak penalti dan menembaknya ke dalam gawang. Brasil 0, Belanda 2.

Brasil berpeluang memperkecil ketertinggalan lima menit kemudian. Oscar melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tapi kiper Jasper Cillessen mampu mengantisipasinya.

Upaya Belanda menambah gol pada menit ke-29 tak membuahkan hasil. Sepakan Jonathan de Guzman melambung di atas mistar.

Brasil yang tertinggal dua gol berusaha untuk terus menekan Belanda. Mereka mendapatkan kesempatan pada menit ke-37, tapi Paulinho dan David Luiz tak mampu menjangkau tendangan bebas Oscar.

Pada menit ke-41, giliran Van Persie yang mengancam gawang Brasil. Tembakan kaki kirinya mengarah ke gawang, tapi bisa diamankan oleh Cesar.

Hingga berakhirnya babak pertama, skor tak mengalami perubahan. Belanda masih unggul 2-0 atas Brasil.

Pelatih Brasil Luiz Felipe Scolari berusaha memperkuat lini tengah timnya pada babak kedua. Dia menarik keluar Luiz Gustavo dan Paulinho. Sebagai gantinya, masuklah Fernandinho dan Hernanes.

Kendati mendominasi penguasaan bola, Brasil kesulitan menciptakan peluang. Mereka baru mendapatkan kesempatan pada menit ke-60, namun tembakan diagonal Ramires melenceng.

Berselang tiga menit, David Luiz mencoba mencetak gol lewat tendangan bebas. Akan tetapi, tembakannya ditangkap oleh Cillessen.

Hulk yang masuk menggantikan Ramires juga mendapatkan peluang pada menit ke-72. Namun, tembakan keras kaki kirinya masih melebar.

Memasuki menit ke-86, Belanda nyaris mencetak gol ketiganya. Dirk Kuyt menyambut sepak pojok Robben dengan sundulan, tapi arahnya masih sedikit melebar.

Belanda benar-benar mencetak gol ketiga saat pertandingan memasuki injury time. Umpan silang Daryl Janmaat dari sisi kanan dikonversi Wijnaldum menjadi gol.

Susunan Pemain
Brasil: Julio Cesar; Maicon, Thiago Silva, David Luiz, Maxwell; Paulinho (Hernanes 57'), Luiz Gustavo (Fernandinho 46'); Ramires (Hulk 72'), Oscar, Willian; Jo

Belanda: Cillessen (Vorm 90+3'); De Vrij, Vlaar, Martins Indi; Blind (Janmaat 70'), Wijnaldum, Clasie (Veltman 90'), Kuyt; De Guzman; Van Persie, Robben

Prediksi Brasil vs Belanda (Perebutan Juara 3)

Brasil masuk ke perebutan juara ketiga Piala Dunia 2014 setelah kalah oleh Jerman dengan skor 1-7, dimana gol Brasil dicetak Oscar pada menit ke-90. Sedangkan Jerman dicetak oleh Muller menit ke-11, Klose menit ke-23, Kross menit ke-24 dan ke-26, Khedira menit ke-29, Schurrle menit ke-68 dan menit ke-79.

- Belanda masuk keperebutan juara ketiga Piala Dunia 2014 setelah kalah oleh Argentina dalam babak adu penalti, dimana Belanda kalah 2-4 dari Argentina.

- Dalam tujuh pertemuan kedua tim, Brasil dan Belanda lebih banyak bermain imbang.

- Dalam lima laga terakhirnya, Brasil mencatat tiga kemenangan, satu seri dan tiga kekalahan.

- Dalam lima laga terakhirnya, Belanda mencatat empat kemenangan dan satu seri.

- Terakhir kali Brasil bertemu dengan Belanda pada laga persahabatan 5 Juni 2011, dimana kedua tim bermain imbang 0-0.

- Neymar tidak akan dapat tampil dalam laga ini.

- Sejauh ini Brasil telah mencetak 11 gol dan kebobolan 11 gol di Piala Dunia 2014.

- Sejauh ini Belanda telah mencetak 12 gol dan kebobolan empat gol di Piala Dunia 2014.

- Belanda akan mengandakan Robin van Persie untuk mencetak gol ke gawang Brasil.

- Pertemuan terakhir Brasil dengan Belanda di pertandingan resmi pada Piala Dunia 2010, dimana Belanda berhasil menang 2-1 atas Brasil. Dua gol kemenangan Belanda dicetak oleh W. Sneijder pada menit ke-55 dan ke-68 sedangkan gol Brasil dicetak oleh Robinho pada menit ke-10.

- Thiago Silva sudah dapat kembali bermain untuk tim Brasil setelah terkena hukuman akumulasi kartu.

Head 2 Head :

5 Jun 2011: Brasil 0-0 Belanda (Friendly Match)
2 Jul 2010: Belanda 2-1 Brasil (Piala Dunia)
9 Okt 1999: Belanda 2-2 Brasil (Friendly Match)
8 Jun 1999: Brasil 3-1 Belanda (Friendly Match)
5 Jun 1999: Brasil 2-2 Belanda (Friendly Match)

5 pertandingan terakhir Brasil :
9 Jul 2014: Brasil 1-7 Jerman (Piala Dunia)
5 Jul 2014: Brasil 2-1 Kolombia (Piala Dunia)
28 Jun 2014: Brasil 1-1 Chili (Piala Dunia)
24 Jun 2014: Kamerun 1-4 Brasil (Piala Dunia)
18 Jun 2014: Brasil 0-0 Meksiko (Piala Dunia)

5 pertandingan terakhir Belanda :
10 Jul 2014: Belanda 0-0 Argentina (Piala Dunia)
6 Jul 2014: Belanda 0-0 Kosta Rika (Piala Dunia)
29 Jun 2014: Belanda 2-1 Meksiko (Piala Dunia)
23 Jun 2014: Belanda 2-0 Chili (Piala Dunia)
18 Jun 2014: Australia 2-3 Belanda (Piala Dunia)

Skuad Brasil
Kiper : Julio Cesar (Toronto FC), Jefferson (Botafogo), Victor (Atletico MG).

Bek : Dante (Bayern Munich), David Luiz (Chelsea), Henrique (Napoli), Thiago Silva (PSG) Dani Alves (Barcelona), Maicon (Roma), Marcelo, (Real Madrid), Maxwell (PSG).

Gelandang : Fernandinho (Manchester City), Hernanes (Inter), Luiz Gustavo (Wolfsburg), Oscar (Chelsea), Paulinho (Tottenham Hotspur), Ramires (Chelsea), Willian (Chelsea).

Striker : Bernard (Shakhtar Donetsk), Fred (Fluminense), Hulk (Zenit), Jo (Atletico MG), Neymar (Barcelona).

Skuad Belanda:
Kiper : Jasper Cillessen (Ajax), Tim Krul (Newcastle), Michel Vorm (Swansea)

Bek : Daley Blind (Ajax), Daryl Janmaat (Feyenoord), Terence Kongolo (Feyenoord), Bruno Martins Indi (Feyenoord), Joel Veltman (Ajax), Paul Verhaegh (Augsburg), Ron Vlaar (Aston Villa), Stefan de Vrij (Feyenoord)

Gelandang : Jordy Clasie (Feyenoord), Leroy Fer (Norwich), Jonathan De Guzman (Swansea), Nigel de Jong (AC Milan), Wesley Sneijder (Galatasaray), Georginio Wijnaldum (PSV Eindhoven)

Striker : Memphis Depay (PSV), Klaas-Jan Huntelaar (Schalke 04), Dirk Kuijt (Fenerbahce), Jeremain Lens (Dynamo Kiev), Robin van Persie (Manchester United), Arjen Robben (Bayern Munich).


Prediksi Terlaris
Brasil VS Belanda
Brasil 2-1 Belanda (17 %)
Brasil 1-2 Belanda (16 %)
Brasil 1-3 Belanda

Minggu, 13 Juli 2014, pukul 03.00 WIB, Estadio Nacional de Brasilia, Brasilia

Prediksi Jerman vs Argentina (Final Piala Dunia 2014)

Ini adalah ketiga kalinya secara beruntun, kedua tim bertemu di Piala Dunia. Jerman selalu berhasil mengalahkan Argentina pada dua Piala Dunia terakhir di babak perempat final. Tahun 2010 lalu, Jerman menang telak 4-0 atas Argentina, dan menang adu penalti pada tahun 2006.

- Starting XI kedua tim di perempat final Piala Dunia 2010 :

Argentina : Romero, Burdisso, Heinze, Demichelis, Otamendi (Pastore 70′), Mascherano, Rodriguez, Di Maria (Aguero 76′), Messi, Tevez, Higuain.

Jerman : Neuer, Lahm, Boateng (Jansen 72′), Mertesacker, Friedrich, Khedira (Kroos 78′), Schweinsteiger, Ozil, Podolski, Muller (Trochowski 84′), Klose.

- Starting XI kedua tim di perempat final Piala Dunia 2006 ketika Jerman menang adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit.

Jerman : Lehmann, Lahm, Mertesacker, Friedrich, Metzelder, Ballack, Frings, Schneider (Odonkor 62′), Schweinsteiger (Borowski 74′), Klose (Neuville 86′), Podolski.

Argentina : Abbondanzieri (Franco 71′), Sorin, Heinze, Ayala, Coloccini, Gonzalez, Mascherano, Riquelme (Cambiasso 72′), Rodriguez, Tevez, Crespo (Cruz 79′).

- Kedua tim sempat mengadakan laga persahabatan pada Agustus 2012 lalu di Frankfurt, dimana 10 pemain Jerman kalah 1-3 dari Argentina. Gol-gol Argentina dicetak oleh Lionel Messi, Angel di Maria, dan gol bunuh diri Sami Khedira. Sementara Jerman hanya mampu membalas melalui Benedikt Howedes.

- Starting XI kedua tim pada laga persahabatan Agustus 2012 :

Jerman : Zieler, Boateng, Hummels (Howedes 25′), Badstuber, Schmelzer, Khedira, Bender (Gotze 74′), Ozil (Kroos 69′), Reus, Muller (Ter Stegen 32′), Klose (Schurrle 62′).

Argentina : Romero, Zabaleta (Campagnaro 66′), Garay, Fernandez, Rojo, Mascherano (Brana 80′), Gago, Sosa (Aguero 46′), Di Maria (Guinazu 73′), Messi, Higuain.

- Striker Jerman Miroslav Klose selalu membobol gawang Argentina pada Piala Dunia 2006 dan 2010. Klose mencetak 2 gol saat Jerman membantai Argentina tahun 2010.

- Jerman adalah tim tersubur di Piala Dunia tahun ini dengan 17 gol dari 6 pertandingan, dimana 14 diantaranya datang dari open play. Sementara Argentina hanya mencetak 8 gol dari 6 pertandingan, dimana 7 diantaranya datang dari open play.

- Bintang Argentina Lionel Messi telah mencetak 4 gol di Piala Dunia tahun ini, sementara bintang Jerman Thomas Muller telah mencetak 5 gol. Topskor sementara masih dipegang oleh bintang Kolombia James Rodriguez dengan 6 gol.

- Toni Kroos mencatat assists terbanyak sejauh ini dengan 4 assists, bersama dengan Juan Cuadrado.

- Lini pertahanan kedua tim hampir berimbang. Argentina baru kebobolan 3 gol sejauh ini, sementara Jerman kebobolan 4 gol.

Head 2 Head :
16 Agt 2012 : Jerman 1-3 Argentina (persahabatan)
3 Jul 2010 : Argentina 0-4 Jerman (Piala Dunia)
4 Mar 2010 : Jerman 0-1 Argentina (persahabatan)
30 Jun 2006 : Jerman p1-1 Argentina (Piala Dunia)
22 Jun 2005 : Argentina 2-2 Jerman (Piala Konfederasi)

5 pertandingan terakhir Jerman :
9 Jul 2014 : Brasil 1-7 Jerman (Piala Dunia)
4 Jul 2014 : Prancis 0-1 Jerman (Piala Dunia)
1 Jul 2014 : Jerman e2-1 Aljazair (Piala Dunia)
26 Jun 2014 : Amerika Serikat 0-1 Jerman (Piala Dunia)
22 Jun 2014 : Jerman 2-2 Ghana (Piala Dunia)

5 pertandingan terakhir Argentina :
10 Jul 2014 : Belanda 0-0p Argentina (Piala Dunia)
5 Jul 2014 : Argentina 1-0 Belgia (Piala Dunia)
1 Jul 2014 : Argentina e1-0 Swiss (Piala Dunia)
25 Jun 2014 : Nigeria 2-3 Argentina (Piala Dunia)
21 Jun 2014 : Argentina 1-0 Iran (Piala Dunia)

Prediksi Jerman vs Argentina, Starting XI :

Jerman:
Neuer
Lahm – Boateng – Hummels – Howedes
Khedira – Schweinsteiger
Muller – Kroos – Ozil
Klose

Pelatih : Joachim Low


Argentina:
Romero
Zabaleta – Demichelis – Garay – Rojo
Biglia – Mascherano – Perez
Messi – Higuain – Aguero
Absen : Di Maria (cedera)

Pelatih : Alejandro Sabella

Rabu, 09 Juli 2014

Argentina ke Final Piala Dunia 2014, Kalahkan Belanda 2-4 Lewat Adu Penalti

Argentina melaju ke final setelah mengalahkan Belanda lewat babak adu penalti. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 0-0 selama 120 menit.

Dalam laga yang berlangsung di Arena Corinthians, Kamis (10/7/2014) dinihari WIB, kedua tim bermain dengan tempo cenderung lambat. Baik Belanda dan Argentina sama-sama bermain sabar dan tak terlalu agresif.

Secara statistik, permainan kedua tim relatif berimbang. Belanda sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 53%-47%. Namun Argentina lebih baik dalam mencetak peluang dengan lima tembakan on target sedangkan Belanda cuma tiga.

Sergio Romero pada akhirnya menjadi pahlawan Argentina setelah menggagalkan dua tembakan pemain Belanda di masa adu penalti, masing-masing Ron Vlaar dan Wesley Sneijder. Sementara empat eksekutor awal Argentina sukses menjalankan tugas.

Argentina selanjutnya akan menghadapi Jerman di partai final yang berlangsung di Estadio Maracana, Senin (14/7/2014) dinihari WIB.

Jalannya Pertandingan

Sepuluh menit pertama tempo berjalan lambat. Tak ada peluang yang benar-benar berarti di periode ini. Kedua tim sama-sama belum berhasil mencatatkan upaya ke gawang lawan.

Di menit ke-11, Argentina punya kans lewat tendangan bebas di sisi kiri. Ezequiel Lavezzi mengirim bola ke dalam kotak penalti, namun dibuang oleh barisan belakang Belanda. Bola jatuh di kaki Enzo Perez di luar kotak penalti dan tembakan dilepaskan. Jauh dari sasaran.

Belanda merespons dua menit berselang. Arjen Robben berupaya menusuk di sisi kanan, namun berhasil disapu oleh Javier Mascherano. Bola lantas malah mengarah ke Wesley Sneijder di tak jauh di depan kotak penalti dan disambut tendangan keras. Masih melenceng ke kiri gawang.

Di menit ke-15, Argentina dapat peluang dari tembakan bebas langsung tak jauh di depan kotak penalti, menyusul pelanggaran Ron Vlaar terhadap Perez. Lionel Messi mengambil tendangan tersebut dan mengarahkan bola keras melewati pagar hidup ke pojok kiri gawang. Terbaca dengan baik oleh Jasper Cillessen.

Argentina melanjutkan tekanan dari skema bola mati pada menit ke-24. Dari sepak pojok, Lavezzi mengarahkan bola lambung ke muka gawang Cillessen dan disambut tandukan sambil menjatuhkan diri oleh Ezequiel Garay. Bola melambung di atas mistar.

Belanda kembali mendapatkan ancaman pada menit ke-36. Di sisi kanan, Lavezzi mendapatkan umpan terobosan dari tengah dan menusuk hingga mendekati garis akhir lapangan. Dia kemudian melancarkan umpan silang ke Higuain di tengah yang bersiap melakukan tendangan. Tapi sesaat sebelum bola sampai ke kaki Higuain, Bruno Martins Indi datang menyapu bola.

Empat menit babak kedua berjalan, Belanda mendapatkan tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti. Sneijder bertindak sebagai eksekutor, mencoba mengarahkan bola langsung ke gawang. Masih di atas mistar gawang Sergio Romero.

Argentina merespons di menit ke-59. Pablo Zabaleta melepaskan umpan terobosan ke ruang di sisi kanan dan disambut Lavezzi yang lepas dari jebakan offside. Lavezzi kemudian mengarahkan bola lambung ke Higuain di depan gawang dan bola sukses ditanduk ke arah gawang. Beruntung bagi Belanda Stefan de Vrij menghadang laju bola.

Sepuluh menit berselang, Lavezzi melakukan tusukan di sisi kiri, berlari memotong ke tengah, dan melepaskan tembakan. Gagal menemui sasaran setelah diblok oleh Vlaar.

Di menit ke-75, giliran Higuain mendapatkan peluang bagus. Merangsek lewat sisi kanan, Perez melepaskan umpan silang kepada Higuain yang lepas dari kawalan. Bola disontek, namun tak masuk ke gawang karena hanya tipis di samping kanan.

Belanda kembali mendapatkan tekanan di menit ke-84. Marcos Rojo melakukan percobaan dari luar kotak penalti, bola deras mengarah ke gawang. Namun Cillessen dalam posisi siap.

Belanda lantas menjawab tekanan Argentina dengan upaya Jordy Clasie dari luar kotak penalti di menit ke-87. Tapi tak cukup membahayakan Romero karena bola cuma melesat ke kanan gawang.

Belanda nyaris memetik keunggulan memasuki masa injury time. Lewat sebuah sontekan kecil, Sneijder memberikan umpan ke Robben yang menemukan ruang di belakang bek Argentina sementara Mascherano sedikit tertinggal di belakangnya.

Robben lantas melepaskan tembakan dari jarak dekat ke arah gawang, tapi hanya sesaat bola meluncur dari kakinya, Mascherano melakukan tekel cemerlang untuk memblok bola. Hanya menghasilkan sepak pojok. Laga kemudian selesai, dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada menit ke-99, Robben kembali menebar ancaman untuk Argentina. Dari sisi kanan dia berlari ke tengah dan melancarkan sepakan keras dengan kaki kiri. Bisa dihentikan dengan baik oleh Romero.

Jelang akhir babak tambahan yang pertama, Argentina membangun sebuah peluang. Di sisi kanan, Palacio sukses melewati Daley Blind dan melepas umpan silang. Namun Sergio Aguero datang terlalu terlambat untuk menyambut bola hingga akhirnya diamankan oleh Janmaat.

Sebuah upaya jarak jauh dari De Vrij masih belum menemui sasaran pada menit ke-110. Tembakannya melenceng ke kanan gawang.

Argentina membalas lima menit kemudian. Umpan Maxi Rodriguez mengarah ke Palacio yang berdiri bebas. Tapi peluang terbuang setelah penyerang Inter Milan itu menanduk bola terlalu pelan dan diamankan dengan mudah oleh Cillessen.

Skema yang sama berulang dua menit berikutnya. Kali ini Messi yang merangsek di sisi kanan dan melambungkan bola ke tiang jauh. Umpan disambut Rodriguez dengan tembakan voli. Tapi sebagaimana upaya sebelumnya, tendangan Rodriguez masih terlalu pelan untuk Cillessen.

Babak tambahan usai, pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.

Belanda mengawali adu penalti dengan kegagalan Vlaar menaklukkan Romero. Tendangannya terbaca. Sementara tendangan pertama Argentina yang diambil Messi sukses masuk ke gawang.

Robben maju sebagai penendang kedua Belanda dan menunaikan tugasnya dengan baik. Begitu juga Garay yang jadi penendang kedua Argentina.

Pada sepakan ketiga, Belanda kembali gagal. Sepakan Sneijder yang mengarah ke sisi kiri terbaca oleh Romero. Sebaliknya, Argentina lagi-lagi berhasil. Tendangan Aguero tak mampu dijangkau Cillessen.

Kuyt sempat menghidupkan asa setelah mengonversi penaltinya dengan mulus. Tapi Argentina pada akhirnya memastikan diri lolos ke final setelah tendangan keras Rodriguez tetap masuk ke gawang meski ditepis Cillessen.

Adu Penalti

Belanda:

Vlaar - Gagal
Robben - Gol
Sneijder - Gagal
Kuyt - Gol

Argentina:

Messi - Gol
Garay - Gol
Aguero - Gol
Rodriguez - Gol

Susunan pemain:

Belanda: Cillessen; De Vrij, Vlaar, Martins Indi (Janmaat 46'), Blind; De Jong (Clasie 62'), Sneijder, Wijnaldum, Kuyt; Van Persie (Huntelaar 96'), Robben

Argentina: Romero; Zabaleta, Garay, Demichelis, Rojo; Perez (Palacio 81'), Mascherano, Biglia; Lavezzi (Rodriguez 101'), Messi, Higuain (Aguero 82')

TEAM PARTICIPATING